Translate

Sunday, October 5, 2008

Cukuplah..

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.
Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas

yang tak terhingga banyaknya.
Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya

seberapapun yang diinginkannya,
sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti
bila si petani mengucapkan kata "cukup".
Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas
berjatuhan di depan hidungnya.
Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu.

Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya
untuk disimpan disana.
Kucuran uang terus mengalir
sementara si petani mengisi semua karungnya,
seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya.
Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar
untuk menimbun emasnya.
Belum cukup, dia membiarkan mata air itu
terus mengalir hingga akhirnya
petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya

karena dia tak pernah bisa berkata cukup.
Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia
barangkali adalah kata "cukup".
Kapankah kita bisa berkata cukup?
Hampir semua pegawai merasa gajinya
belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.
Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya
masih dibawah target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.
Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.
Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang.
Kapankah kita bisa berkata cukup?
Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.
Cukup adalah persoalan kepuasan hati.
Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup.
Mengucapkan kata cukup bukan berarti
kita berhenti berusaha dan berkarya.
"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi,
mandeg dan berpuas diri.
Mengucapkan kata cukup membuat kita

melihat apa yang telah kita terima,
bukan apa yang belum kita dapatkan.

Jangan biarkan kerakusan manusia
membuat kita sulit berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri
dengan apa yang ada pada diri kita hari ini,
maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.
Belajarlah untuk berkata "Cukup"

No comments: