Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya.
Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai..
Saya belajar,
bahwa butuh waktubertahun-tahun untuk membangun kepercayaan
dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya..
Saya belajar,
bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat,
justru adalah orang yang membangkitkan kembali semangat hidup
serta orang yang begitu perhatian pada saya..
Saya belajar,
bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal
dan kami selalu memiliki waktu terbaik..
Saya belajar,
bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh
walau dipisahkan oleh jarak yang jauh
Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati..
Saya belajar bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian
seerti yang saya inginkan,
bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya..
Saya belajar,
bahwa sebaik-baiknya pasangan itu,
mereka pasti pernah melukai perasaan saya
dan untuk itu saya harus memaafkannya..
Saya belajar,
bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain..
kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus..
Saya belajar,
bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu,
dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya..
Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat merubah orang yang saya sayangi
tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri..
Saya belajar,
bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya
tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan..
Saya belajar,
bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda
tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda..
Saya belajar,
bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki,
tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya..
Saya belajar,
Bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini
semua butuh proses dan pertumbuhan
kecuali saya ingin sakit hati..
Saya belajar,
bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi
atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya..
Saya belajar,
bahwa saya punya hak utnuk marah
tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis..
Saya belajar..
bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah
saat perpisahan dengan orang yang saya cintai..
Saya belajar,
bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering
diambil segera dari kehidupan saya..
Selamat belajar, semoga kamu sadar..!!
Love doesn't make the world go round,
Love is what makes the ride worth while.
Translate
Thursday, March 12, 2009
Perempuan itu
Dia yang diambil dari tulang rusuk.
Jika Tuhan mempersatukan dua orang
yang berlawanan sifatnya,
maka itu akan menjadi saling melengkapi.
Dialah penolongmu yang sepadan,
bukan sparing partner yang sepadan.
Ketika pertandingan dimulai,
dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu,
tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga
di belakang saat engkau berada di depan
atau segera mengembalikan bola
ketika bola itu terlewat olehmu,
dialah yang akan menutupi kekuranganmu.
Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki :
perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan,
kecantikan, rahim untuk melahirkan,
mengurusi hal-hal sepele...
hingga ketika laki-laki tidak mengerti hal-hal itu,
dialah yang akan menyelesaikan bagiannya...
sehingga tanpa kau sadari...
ketika kau menjalankan sisa hidupmu...
kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.
Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang,
kontras dengan lelaki, itulah perempuan.
Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati
hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.
Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang lelaki
tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya
karena ia ada untuk dilindungi....
tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi.
Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat,
bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan
secara detail dari seorang laki-laki,
tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya...
kata-kata yang lembut...
ungkapan-ungkapan sayang yang sepele...
namun baginya sangat berarti...
membuatnya aman di dekatmu....
Batu keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes,
sifat laki-laki yang keras ternetralisir
oleh kelembutan perempuan.
Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai
dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang...
seperti juga di dalam kelembutannya
disitulah terletak kekuatan dan ketahanan
yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.
Ia lembut bukan untuk diinjak,
rumput yang lembut akan dinaungi
oleh pohon yang kokoh dan rindang.
Jika lelaki berpikir tentang perasaan wanita,
itu sepersekian dari hidupnya....
tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki,
itu akan menyita seluruh hidupnya...
Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki,
karena perempuan adalah bagian dari laki-laki...
apa yang menjadi bagian dari hidupnya,
akan menjadi bagian dari hidupmu.
Keluarganya akan menjadi keluarga barumu,
keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga.
Sekalipun ia jauh dari keluarganya,
namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada
karena ia lahir dan dibesarkan di sana....
karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini.
Perasaannya terhadap keluarganya,
akan menjadi bagian dari perasaanmu juga...
karena kau dan dia adalah satu....
dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya.
Ketika pertandingan dimulai,
pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.
Tuesday, March 10, 2009
Jangan Menangis kalau kalah
Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan.Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab memang begitulah peraturannya.
Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.
Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". Dor!!! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.
"Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan... Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."
Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.
"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?"
Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark. Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah."
Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.
Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua.
Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian.
Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya.
Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya.
Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.
Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua.
Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.
Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap
permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.
Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah.
Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu ujian tersebut.
Sumber : Blog Peak
Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.
Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". Dor!!! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.
"Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan... Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."
Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.
"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?"
Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark. Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah."
Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.
Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua.
Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian.
Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya.
Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya.
Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.
Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua.
Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.
Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap
permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.
Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah.
Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu ujian tersebut.
Sumber : Blog Peak
Monday, March 9, 2009
Mimpi Terindah
Aku : Zzzzz Zzzzz Zzzzz......
Tuhan : Bangun !!!
Aku : Hmmm.... siapa ya ?
Tuhan : Aku ??? Aku Tuhan, Aku dengar di doamu,
kau ingin bicara langsung denganKu, maka doamu Kukabulkan.
Aku : (tertegun) Oh, aku tidak menyangka doaku dikabulkan, lalu kita ada di mana ?
Tuhan : Di dalam mimpimu, ini media paling mudah untuk berbicara.
Aku : (tertegun) Ooooh...
Tuhan : Kudengar di doamu, kau ingin mengajukan pertanyaan kepada-Ku,
aku ingin mendengarnya sekarang.
Aku : Benar, bisakah sekarang kumulai ?
Tuhan : Tentu.
Aku : Tuhan, tahukah Engkau bahwa dunia yg Kau ciptakan ini
penuh dengan ketidakadilan, banyak orang percaya dianiaya,
orang benar menderita, itu tidak adil Tuhan !
Tuhan : menurutmu, apakah adil, ketika Aku mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosamu ?
Aku : Kalau begitu, semua orang benar harus menderita di dunia, begitu ?
Tuhan : Apakah penderitaan itu selamanya ?
Mengapa ketika menderita manusia selalu bertanya "mengapa harus aku?"..
Tetapi, ketika senang, mereka tidak pernah bertanya "mengapa harus aku ?"
Aku : Kalau begitu, mengapa banyak orang jahat hidup senang ?
Tuhan : Kau yakin ?
Aku : Ya, walaupun tidak semua ...
Tuhan : Kalau begitu, cobalah jadi jahat, dan lihatlah seberapa lama kau akan senang,
kau bisa membuktikannya sendiri.
Aku : Hidup ini terlalu rumit untuk dijalani,
mengapa Kau selalu mendatangkan cobaan dan masalah?
Tuhan : Masalah kudatangkan bukan untuk disesali dan dikeluhi,
tapi untuk dselesaikan, cobaan kudatangkan untuk menunjukkan
adanya diri-Ku, dan perlunya berserah padaKu.
Aku : Tapi, setiap masalah datang,
Aku selalu berdoa meminta jalan keluar, tetapi kadang, kau tidak memberinya ? Mengapa ?
Tuhan : Mengapa ? Pertanyaan bagus, mengapa setiap firman
yang Kuperintahkan padamu, kau tidak pernah melakukannya
atau selalu menunda-nunda ?
Sebelum engkau menuai, menaburlah terlebih dahulu.
Aku : Mengapa manusia tidak pernah puas terhadap dirinya ?
Tuhan : Manusia tidak akan menyadari betapa berharganya sesuatu,
sampai mereka kehilangan semuanya.
Aku : Karena itulah Tuhan, mengapa penyesalan selalu datang terlambat ?
Itu menyebalkan...
Tuhan : Kalau belum terlambat, bukan penyesalan namanya.
kalau belum menyesal, manusia tidak akan pernah tahu
dimana letak kesalahannya.
Aku : Memang benar, tapi penyesalan selalu mendatangkan penderitaan.
Tuhan : Ketika penyesalan datang, manusia diberi 2 pilihan.
Pertama, segera bangkit dan meninggalkan duka-citanya.
Itu membuat manusia makin kuat dan terasah.
Kedua, berkata : "aku tidak kuat, beban ini terlalu berat untuk dijalani".
itu mendatangkan penderitaan.
Aku : Perlukah aku memelihara doa dan waktu untukMu setiap harinya ?
Tuhan : perlukah Aku menjagamu dan mengawasimu setiap harinya ?
Aku : Tuhan, seringkali aku sudah berusaha dan berusaha,
tapi selau gagal ! Mengapa ?
Tuhan : berapa kali kau mencoba ?
Aku : Katakanlah 10 kali!
Tuhan : Bagus, kalau begitu kau sudah mengetahui 10 cara yg tidak berhasil.
Jangan samakan kegagalan dengan pengalaman.
Manusia tidak pernah gagal, sampai dia berhenti berusaha.
Aku : Tapi, semua itu terlalu beresiko Tuhan. Setiap usaha mempunyai resiko.
Tuhan : Sesungguhnya, ketika kau takut mengambil satu resiko,
kau telah mengambil resiko yang tersisa, yaitu kau tidak akan pernah berhasil !
Aku : Kalau begitu, bagaimana cara mendapat kesenangan hidup ?
Tuhan : Cintailah dirimu sendiri, dan senantiasa bersyukur.
Hidup ini sebenarnya indah.
Jika masalah datang, jangan biarkan masalah menguasai dirimu,
tetapi belajarlah menguasai masalah.
Ah, waktu kita habis, kau sudah harus bangun pagi...
Aku : Kapan kita bisa berbicara sperti ini lagi ?
Tuhan : Kapanpun, sebenarnya jarak kita hanya dipisahkan oleh doa.
Aku : Oke, terima kasih Tuhan atas pembicaraan yg indah ini.
Tuhan : Sama-sama.
Aku pun terbangun dari mimpiku......
disadur dari email
Tuhan : Bangun !!!
Aku : Hmmm.... siapa ya ?
Tuhan : Aku ??? Aku Tuhan, Aku dengar di doamu,
kau ingin bicara langsung denganKu, maka doamu Kukabulkan.
Aku : (tertegun) Oh, aku tidak menyangka doaku dikabulkan, lalu kita ada di mana ?
Tuhan : Di dalam mimpimu, ini media paling mudah untuk berbicara.
Aku : (tertegun) Ooooh...
Tuhan : Kudengar di doamu, kau ingin mengajukan pertanyaan kepada-Ku,
aku ingin mendengarnya sekarang.
Aku : Benar, bisakah sekarang kumulai ?
Tuhan : Tentu.
Aku : Tuhan, tahukah Engkau bahwa dunia yg Kau ciptakan ini
penuh dengan ketidakadilan, banyak orang percaya dianiaya,
orang benar menderita, itu tidak adil Tuhan !
Tuhan : menurutmu, apakah adil, ketika Aku mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosamu ?
Aku : Kalau begitu, semua orang benar harus menderita di dunia, begitu ?
Tuhan : Apakah penderitaan itu selamanya ?
Mengapa ketika menderita manusia selalu bertanya "mengapa harus aku?"..
Tetapi, ketika senang, mereka tidak pernah bertanya "mengapa harus aku ?"
Aku : Kalau begitu, mengapa banyak orang jahat hidup senang ?
Tuhan : Kau yakin ?
Aku : Ya, walaupun tidak semua ...
Tuhan : Kalau begitu, cobalah jadi jahat, dan lihatlah seberapa lama kau akan senang,
kau bisa membuktikannya sendiri.
Aku : Hidup ini terlalu rumit untuk dijalani,
mengapa Kau selalu mendatangkan cobaan dan masalah?
Tuhan : Masalah kudatangkan bukan untuk disesali dan dikeluhi,
tapi untuk dselesaikan, cobaan kudatangkan untuk menunjukkan
adanya diri-Ku, dan perlunya berserah padaKu.
Aku : Tapi, setiap masalah datang,
Aku selalu berdoa meminta jalan keluar, tetapi kadang, kau tidak memberinya ? Mengapa ?
Tuhan : Mengapa ? Pertanyaan bagus, mengapa setiap firman
yang Kuperintahkan padamu, kau tidak pernah melakukannya
atau selalu menunda-nunda ?
Sebelum engkau menuai, menaburlah terlebih dahulu.
Aku : Mengapa manusia tidak pernah puas terhadap dirinya ?
Tuhan : Manusia tidak akan menyadari betapa berharganya sesuatu,
sampai mereka kehilangan semuanya.
Aku : Karena itulah Tuhan, mengapa penyesalan selalu datang terlambat ?
Itu menyebalkan...
Tuhan : Kalau belum terlambat, bukan penyesalan namanya.
kalau belum menyesal, manusia tidak akan pernah tahu
dimana letak kesalahannya.
Aku : Memang benar, tapi penyesalan selalu mendatangkan penderitaan.
Tuhan : Ketika penyesalan datang, manusia diberi 2 pilihan.
Pertama, segera bangkit dan meninggalkan duka-citanya.
Itu membuat manusia makin kuat dan terasah.
Kedua, berkata : "aku tidak kuat, beban ini terlalu berat untuk dijalani".
itu mendatangkan penderitaan.
Aku : Perlukah aku memelihara doa dan waktu untukMu setiap harinya ?
Tuhan : perlukah Aku menjagamu dan mengawasimu setiap harinya ?
Aku : Tuhan, seringkali aku sudah berusaha dan berusaha,
tapi selau gagal ! Mengapa ?
Tuhan : berapa kali kau mencoba ?
Aku : Katakanlah 10 kali!
Tuhan : Bagus, kalau begitu kau sudah mengetahui 10 cara yg tidak berhasil.
Jangan samakan kegagalan dengan pengalaman.
Manusia tidak pernah gagal, sampai dia berhenti berusaha.
Aku : Tapi, semua itu terlalu beresiko Tuhan. Setiap usaha mempunyai resiko.
Tuhan : Sesungguhnya, ketika kau takut mengambil satu resiko,
kau telah mengambil resiko yang tersisa, yaitu kau tidak akan pernah berhasil !
Aku : Kalau begitu, bagaimana cara mendapat kesenangan hidup ?
Tuhan : Cintailah dirimu sendiri, dan senantiasa bersyukur.
Hidup ini sebenarnya indah.
Jika masalah datang, jangan biarkan masalah menguasai dirimu,
tetapi belajarlah menguasai masalah.
Ah, waktu kita habis, kau sudah harus bangun pagi...
Aku : Kapan kita bisa berbicara sperti ini lagi ?
Tuhan : Kapanpun, sebenarnya jarak kita hanya dipisahkan oleh doa.
Aku : Oke, terima kasih Tuhan atas pembicaraan yg indah ini.
Tuhan : Sama-sama.
Aku pun terbangun dari mimpiku......
disadur dari email
Subscribe to:
Comments (Atom)