Translate

Monday, May 26, 2008

Terlambat Mencintai

Kata "terlambat" sudah sangat familiar di telinga kita 
Kata - kata itu sering muncul baik sebagai alasan atau ketidaksengajaan Banyak memang alasan untuk memunculkan kata itu Dan bisa diaplikasikan dalam berbagai persoalan Tapi kalau terlambat datang ke kantor... mungkin hal yang biasa Tapi coba kita merenung dalam kontek... "Terlambat Mencintai... " Sebenarnya tidak ada yang terlambat dalam mencintai seseorang.... Saat kita benar-benar mencintai seseorang Walau kita terlambat menyadari ... Namun itu bukan akhir dari cerita cinta.... Kita pernah "menawarkan" perasaan cinta pada seseorang. Hingga kita rela melepaskannya ...... jika memang ia akan bahagia dengan yang lain Seperti halnya...... Aku.... Lebih baik melihat orang yang kita cintai tak lagi bersama kita. 
Jika itu membuatnya lebih bahagia Daripada harus bersama kita..., tapi batinnya tersiksa dan tak bahagia Diam dalam keterpaksaan. .. Senyum dalam kedukaan.... Merana di istana kebisuan Saat kau menyadari semua ini... Itu .... tidaklah kejam meski kita merasa sedikit kecewa... Karena kecewa adalah resiko mencintai Namun kita tetap beruntung .... Karena kita dapat menyadari bahwa perasaan cinta itu masih ada Menyedihkan. ... Ya .. Menyedihkan itu tepat untuk kita yang pernah menderita dalam cinta Saat cinta tak terbalas ... ...atau orang yang kita cintai telah berkhianat.. .. Sedih memang.... 
Tapi ketahuilah.. ., kita bukan orang yang paling menyedihkan. .. Sadarilah, dia yang melukai kita lebih menyedihkan lagi... Karena tanpa ia sadari... Ia telah menyia-nyiakan orang yang sangat mencintai dan menyayanginya Salah Mencintai... . Hanya dengan mencintai kita melihat dirinya sangat sempurna Namun mencintai bukan suatu kebutuhan tapi suatu pilihan... Saat kita menganggap cinta itu bagai kebutuhan!!! Kita takkan rela melepaskannya. .. Kita hanya bisa menyadari... . Dia adalah pilihan kita... Tapi bukan suatu kebutuhan yang mutlak harus mengikuti jalan hidup kita.
Maka... Kita akan sakit dan tak rela bila kita kehilangannya. .. Cinta itu tidak selalu indah Seindah dongeng Cinderella yang berakhir bahagia.... Atau Romeo en Juliet dengan kisah cintanya yang abadi.... Kita harus realistis... bahwa kita hidup bukan di negeri dongeng Tapi di negeri sahdewa yang banyak ujian... tantangan. ..dan godaan.... Disinilah cinta kan diuji.... Dan kesetiaan harus dibuktikan Namun kita tetap tak usah berkecil hati Kita bisa mencobanya.. . 
Namun saat kau tak berhasil menciptakan cerita - cerita yang indah... Kau harus bisa merelakannya. .. Kau hanya bisa memperjuangkannya. ... Tapi hormati dan hargailah apapun keputusannya Dan yakinkanlah. ... bahwa di saat yang tepat ... Kita kan temukan sesorang yang lebih baik untuk kita Karena dibalik semua cerita cinta ... Akan berakhir dalam episode bahwa "Cinta tak harus memiliki..." Mungkin kedengarannya klise.... Tapi itulah faktanya.... Maka dengan mengaguminya. .. Kita sudah cukup membuktikan kerelaan dan kesungguhan Bahwa kita masih bisa tetap bertahan.
Walau dia tidak berada di samping kita Jangan mengutuk... menyumpahi atau mendoakan supaya dia menderita. 
Ketika ia menentukan pilihan tuk meninggalkan kita Menjatuhkan pilihannya pada yang lain Tapi tetap do'akanlah agar dirinya bahagia.... Karena disanalah sesungguhnya "Cinta kan Diuji"

Thursday, May 22, 2008

Ketika dia bukan untuk ku

Ada yang tau pakaian yang cocok untukku  Bagaimana perasaanmu jika seseorang yang direncanakan akan menjadi pendamping hidupmu ternyata menikah dengan sahabatmu sendiri? Mungkin hatimu nelangsa. Ada sejumput kecewa berkecambah. Andai dulu aku menerima dia apa adanya, pasti aku yang bersanding dengannya, begitu bisik hatimu. Kini, kau melihat dia bersanding dengan teman baikmu. Kau harus rela; ikhlas. Mungkin dia memang lebih baik bersanding dengan sahabatmu. Karena kecewa telah berbunga, kau tak datang ke pesta pernikahannya. Padahal, hukum datang ke undangan pernikahan itu wajib. Di sana ada berkah dan doa, meskipun yang sering kita lihat hanya pamer kemewahan dan kemeriahan. 

Coba kita renungkan. Mungkin kau pernah berkunjung ke toko pakaian. Kau memilih pakaian yang pas untukmu. Mungkin pramuniaga menyarankan, "ini pakaian yang cocok untuk Anda." Kau membawa pakaian itu ke fitting room, mencobanya. Betulkah pakaian itu cocok untukmu? Kau teliti bahannya, jahitannya, ukurannya. Setelah memeriksa dgn seksama, kau merasa kurang sreg dengan pakaian itu. Dengan kata maaf pada parmuniaga, kau kembalikan pakaian itu ke tempatnya. Kau beralih ke gerai pakaian lain. Hal yg sama mungkin terulang; pakaian yg menurut orang lain pas untukmu, atau pakaian yang sepintas cocok menurutmu, ternyata tidak tepat setelah diteliti. Sebuah pakaian, mungkin cocok untuk orang lain, tapi tak cocok untukmu. Kau tak bisa membeli pakaian warna gelap karena kulitmu sawo matang. Kau tak cocok mengenakan kemeja dengan motif vertikal berdempet, karena posturmu kurus tinggi; motif itu akan membuatmu terlihat semakin kurus. Kau harus berdamai dengan situasi dan kondisi. 

Tetapi yakinlah ada pakaian yg tepat disebuah gerai tertentu yang cocok untuk setiap orang. Memang ada seseorang yang begitu masuk ke satu gerai langsung menemukan pakaian yang tepat untuknya. Ada juga yang harus berputar-putar, keluar-masuk dari satu gerai ke gerai lainnya untuk menemukan pakaian yang tepat, sampai kaki pegal dan peluh menganak sungai. Banyak hal yang membuat pakaian itu tak tepat untukmu, bisa bahan, motif, warna, model bahkan harga. Selera orang berbeda. 

Ada juga seseorang yang tak yakin dengan sebuah pakaian, tapi ia tetap mencobanya. Ia bertanya-tanya, cocokkah pakaian ini untukku? Ia meneliti dengan seksama. Ia menemukan fakta bahwa tak ada hal yg membuat ia harus menolak pakaian itu. Apalagi pakaian itu hadiah seorang yang dihormatinya, orang yg dikasihinya atau mumpung sedang ada great sale! Beli sekarang atau menyesal kemudian. Bertahun-tahun setelah mengenakan pakaian itu, baru terasa, pakaian itu memang cocok untuknya. Pakaianmu, pasangan untukmu. Bisa cocok untuk orang lain, tapi tidak denganmu. Maka, tak perlu bersedih jika seseorang yang kau kira tepat untukmu bersanding dengan orang lain; orang yang dekat denganmu.

Yakinlah pasangan yg tepat ada di suatu tempat dan kau akan berjumpa dengannya disuatu masa tertentu. Mungkin Yang Kuasa sengaja menyimpannya, agar saat bertemu kau benar-benar siap berdampingan dengannya. Sesuatu yg baik menurutmu, belum tentu baik menurutNya.
Terus berusaha dan berdoa. Perbaiki diri sampai akhirnya kau temukan pakaian yang cocok untukmu.

Semangat

Roti tujuh rasa

Rasa Itu!
Ketika kamu sdg bersama dia,
kau berlagak mengacuhkannya.
Tapi ketika dia tidak ada,
kamu berusaha mencarinya.
Pada saat itu, kamu sedang jatuh cinta
Walaupun ada orang lain yg selalu membuatmu
tertawa, mata dan perhatianmu hanya tertuju
pada si dia. Maka, kamu sedang jatuh cinta.
Walaupun seharusnya dia sudah meneleponmu
untuk memberitahu kabarnya, tapi teleponmu
tak berdering.
Dan kau terus menunggu telepon itu.
Pada saat itu, kamu sedang jatuh cinta.
Jika kamu lebih tertarik dengan e-mail
Pendek darinya daripada e-mail yg panjang dari
Orang lain, kamu sedang jatuh cinta.
Jika kamu tak bisa menghapus smua sms
Dalam hpmu karena ada 1 sms dari dia,
maka kamu sedang jatuh cinta
Ketika kamu mendapat sepasang tiket gratis
menonton film, kamu tidak akan pusing2
untuk langsung mengajak dia.
Pada saat itu kamu sedang jatuh cinta
Kamu selalu bilang pada dirimu,
" dia Hanyalah temanku ",
tapi kamu menyadari kamu tidak
Bisa menghindari daya tariknya.
Pada saat itu,
Kamu sedang jatuh cinta.
Jika kamu sedang membaca message ini
Dan seseorang muncul dalam pikiranmu, maka
Kamu sedang jatuh cinta pada orang itu..

mungkin kalo makan roti 1 rasa, jadi terasa 7 rasa..
hehehehe...

Friday, May 2, 2008

TUHAN Sedang Menyulam Benang Ruwet

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku
sedang menyulam sehelai kain. Aku yang
sedang bermain di lantai, melihat ke
atas dan bertanya, apa yang ia lakukan.
Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam
sesuatu diatas sehelai kain. Tetapi aku
memberitahu kepadanya, bahwa yang aku
lihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan
berkata dengan lembut, "Anakku,
lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu
menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah
selesai, engkau akan kupanggil dan
kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu
dapat melihat sulaman ini dari atas"..

Aku heran mengapa ibu menggunakan benang
hitam dan putih begitu semrawut menurut
pandanganku.

Beberapa saat kemudian aku mendengar
suara ibu memanggil, "Anakku, mari
kesini dan duduklah di pangkuan ibu".

Waktu aku lakukan itu, aku heran dan
kagum melihat bunga-bunga yang indah,
dengan latar belakang pemandangan
matahari yang sedang terbit, sungguh
indah sekali. Aku hampir tidak percaya
melihatnya, karena dari bawah yang aku
lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata, "Anakku, dari
bawah memang nampak ruwet dan kacau,
tetapi engkau tidak menyadari bahwa di
atas kain ini sudah ada gambar yang
direncanakan, sebuah pola, ibu hanya
mengikutinya. Sekarang, dengan
melihatnya dari atas engkau dapat
melihat keindahan dari apa yang ibu
lakukan".

Sering selama bertahun-tahun, kita
melihat ke atas dan bertanya kepada
Allah Bapa, "Bapa, apa yang Engkau
lakukan?".

..~Benang yang Ruwet~..

Ia menjawab, "Aku sedang menyulam
kehidupanmu".

Dan aku membantah, "Tetapi nampaknya
hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak
yang hitam, mengapa tidak semuanya
memakai warna yang cerah?".

Kemudian Bapa menjawab, "Anakku, kamu
teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga
menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini,
satu saat nanti aku akan memanggilmu ke
surga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu
dan kamu akan melihat rencanaKu yang
indah dari sisiKu".

Sebab Aku ini mengetahui
rancangan-rancangan apa yang ada padaKu
mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan,
yaitu rancangan damai sejahtera dan
bukan rancangan kecelakaan, untuk
memberikan kepadamu hari depan yang
penuh harapan". (Yer 29 : 11)
GOD loves u