Translate

Tuesday, January 22, 2008

A Glass of Milk

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan
dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya
hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.
Anak lelaki tersebut memutuskan untuk
meminta makanan dari rumah berikutnya.
Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian
saat seorang wanita muda membuka pintu rumah.
Anak itu tidak jadi meminta makanan,
ia hanya berani meminta segelas air.
Wanita muda tersebut melihat,
dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar,
oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.
Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya,
"Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?"
Wanita itu menjawab: "Kamu tidak perlu membayar apapun".
"Ibu kami mengajarkan tidak menerima bayaran untuk kebaikan"
kata wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya,
dan berkata : "Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada anda."
Sekian tahun kemudian,
wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis.
Para dokter dikota itu sudah tidak sanggup menganganinya.
Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar,
dimana terdapat dokter spesialis
yang mampu menangani penyakit langka tersebut.
Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan.
Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut,
terbersit seberkas pancarananeh pada mata dokter Kelly.
Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumahsakit,
menuju kamar si wanita tersebut.
Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu.
Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang.
Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi,
dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik
untuk menyelamatkan nyawa wanita itu.
Mulai hari itu,Ia selalu memberikan
perhatian khusus pada kasus wanita itu.
Setelah melalui perjuangan yang panjang,
akhirnya diperoleh kemenangan.. .
Wanita itu sembuh !!.
Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit
untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan
kepadanya untuk persetujuan.
Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu
pada pojok atas lembar tagihan,
dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.
Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut,
ia sangat yakin bahwa Ia tak akan mampu membayar tagihan
tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.
Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut,
dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas
lembar tagihan tersebut.
Ia membaca tulisan yang berbunyi.... ."
Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu !!"
tertanda, DR Howard Kelly.
Air mata kebahagiaan membanjiri matanya.
Ia berdoa:"Tuhan, terima kasih,
bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi
melalui hati dan tangan manusia.

Saturday, January 19, 2008

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.....

It's a good story

Roy Angel adalah pendeta miskin yang
memiliki kakak seorang milyuner.

Pada tahun 1940, ketika bisnis minyak
bumi sedang mengalami puncak, kakaknya
menjual padang rumput di Texas pada
waktu yang tepat dengan harga yang
sangat tinggi. Seketika itu kakak Roy
Angel menjadi kaya raya.

Setelah itu kakak Roy Angel menanam
saham pada perusahaan besar dan
memperoleh untung yang besar.

Kini dia tinggal di apartemen mewah di
New York dan memiliki kantor di
Wallstreet.

Seminggu sebelum Natal , kakaknya
menghadiahi Roy Angel sebuah mobil baru
yang mewah dan mengkilap.

Suatu pagi seorang anak gelandangan
menatap mobilnya dengan penuh kekaguman.

"Hai.. nak" sapa Roy
Anak itu melihat pada Roy dan bertanya
"Apakah ini mobil Tuan?"
"Ya," jawab Roy singkat.
"Berapa harganya Tuan?"
"Sesungguhnya saya tidak tahu harganya
berapa".
"Mengapa Tuan tidak tahu harganya,
bukankan Tuan yang punya mobil
ini?" Gelandangan kecil itu bertanya
penuh heran.
"Saya tidak tahu karena mobil ini
hadiah dari kakak saya"

Mendengar jawaban itu mata anak itu
melebar dan bergumam,
"Seandainya. ...seandainya. ..."

Roy mengira ia tahu persis apa yang
didambakan anak kecil itu.
"Anak ini pasti berharap memiliki kakak
yang sama seperti kakakku."

Ternyata Roy salah menduga, saat anak
itu melanjutkan kata-katanya:
"Seandainya. .. seandainya saya dapat
menjadi kakak seperti itu....."

Dengan masih terheran-heran Roy
mengajak
anak itu berkeliling dengan mobilnya.
Anak itu tak henti-henti memuji
keindahan mobilnya. Sampai satu kali
anak itu berkata,"Tuan bersediakah
mampir ke rumah saya ?

Letaknya hanya beberapa blok
dari sini".

Sekali lagi Roy mengira dia tahu apa
yang ingin dilakukan anak ini.
"Pasti anak ini ingin memperlihatkan
pada teman-temannya bahwa ia
telah naik mobil mewah." pikir Roy.

"OK, mengapa tidak", kata Roy sambil
menuju arah rumah anak itu.

Tiba di sudut jalan si anak gelandangan
memohon pada Roy untuk berhenti
sejenak, "Tuan, bersediakah Tuan
menunggu sebentar? Saya akan segera
kembali".

Anak itu berlari menuju rumah gubuknya
yang sudah reot.

Setelah menunggu hampir sepuluh menit,
Roy mulai penasaran apa yang dilakukan
anak itu dan keluar dari mobilnya,
menatap rumah reot itu.

Pada waktu itu ia mendengar suara kaki
yang perlahan-lahan. Beberapa saat
kemudian anak gelandangan itu keluar
sambil menggendong adiknya yang lumpuh.

Setelah tiba di dekat mobil anak
gelandangan itu berkata pada adiknya:
"Lihat... seperti yang kakak bilang
padamu. Ini mobil terbaru. Kakak Tuan
ini menghadiahkannya pada Tuan ini.
Suatu saat nanti kakak akan membelikan
mobil seperti ini untukmu".

Bukan karena keinginan seorang anak
gelandangan yang hendak
menghadiahkan mobil mewah untuk adiknya
yang membuat Roy tak dapat menahan haru
pada saat itu juga, tetapi karena
ketulusan kasih seorang kakak yang
selalu ingin memberi yang terbaik bagi
adiknya.

Seandainya saya dapat menjadi kakak
seperti itu.

Kisah ini diambil dari sebuah kisah
nyata yang ditulis dalam sebuah buku
"Stories for the family's heart" by
Alice Gray.

Bagi saya kisah ini sangat menyentuh
dan membuat kita mengerti untuk selalu
mengasihi orang lain meskipun musuh kita sekalipun...
tetaplah saling mengasihi... .

Berikanlah yang terbaik bagi orang yang
anda kasihi selagi anda bisa, atau anda
akan menyesal seumur hidup anda.

Friday, January 4, 2008

8 Kado terindah untuk orang-orang tersayang

Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang anda sayangi :

1. KEHADIRAN
• Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang, kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.

2. MENDENGAR
• Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan,ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya, tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terimakasihpun akan terdengar manis baginya.

3. DIAM
• Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.

4. KEBEBASAN
• Mencintai seseorang bukan berarti memberi hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya ? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah “kau bebas berbuat semaumu”. Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggungjawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

5. KEINDAHAN
• Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih “guanteng” atau “cuantik” ?
Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Misalnya vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah.

6. TANGGAPAN POSITIF
• Tanpa sadar, seringkali kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terkahir Anda mengucapkan “terima kasih” atas segala hal yang dia lakukan untuk Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian, serta permintaan maaf adalah kado indah yang sering terlupakan.

7. KESEDIAAN MENGALAH
• Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai terjadi pertengkaran yang hebat. Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah”. Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

8. SENYUMAN
• Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali Anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang Anda kasihi ?